1. A.     Jenis aktivitas cybercrime:
  2. a.    Carding

Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet.

Beberapa contoh carding

  1. Seorang nasabah bank Mandiri pengguna

fasilitas internet banking, kehilangan uang sebesar Rp. 38 Juta yang dicuri

oleh seseorang yang menggunakan teknologi internet. Korban yang

bernama Johannes mengatakan telah kehilangan uang Rp 38 Juta yang

diambil hampir tiap hari oleh pencuri tersebut. Johannes sebelumnya

menerima sebuah e-mail dari situs internet banking mandiri yang isinya

diharuskan mengaktifkan kembali user ID dan PIN yang sebelumnya telah

dinonaktifkan. Hasil rekening koran yang dikeluarkan oleh pihak bank,

carder mentransfer uang hasil curiannya sebesar Rp. 21 Juta ke rekening

tabungannya, selain itu carder juga memakai uang hasil curiannya untuk

berbelanja pulsa telepon seluler Pro XL, sebanyak Rp 17 Juta. Pembelian

pulsa dilakukan melalui internet, dan carder kemudian mengambil nomornomor

seri hasil pembelian untuk selanjutnya diisikan ke handphonenya.

Isi e-mail yang diterima oleh Johannes pada saat itu :

Berdasarkan e-mail di atas dapat dijelaskan bahwa carder

mengirimkan e-mail kepada nasabah untuk mengaktifkan kembali user ID

dan PIN yang sebelumnya telah dinonaktifkan, kemudian menyertakan link

untuk membuka halaman perubahan yang seolah-olah halaman web

internet banking Mandiri sebenarnya. Penggunaan link tersebut sebenarnya

tidak ada kaitannya dengan link internet banking yang asli39.

  1. Kasus Nasabah Bank BNI

Pencurian dana nasabah bank melalui internet juga terjadi pada

bulan November 2006 di Jakarta. Nasabah Internet banking Bank Negara

Indonesia (BNI) bernama Rony Hermansyah kehilangan uangnya sebesar

Rp. 9 juta oleh seseorang dengan menggunakan fasilitas internet. Rony

sebelumnya mendapatkan e-mail yang mengatasnamakan BNI. E-mail

39 N.N, http://web.bisnis.com, edisicetakharianteknologiinformasi655687.html, Diakses

Pada Tanggal 10 April 2010 pukul 23:00 WIB

From internet banking

To : berxxxxxxx@telkom.net

Sent : Tuesday, Desember 23, 2008 5:27 AM

Subject: confirmation your identity

The user of Internet Banking Mandiri, please re-confirm your identity. Because

your account was not actived with our system. some body has try login to your account

but not successed. But our Auto-boot responbility as crime cyber. please re-confirm

your account with current identity.

click here (http://searex.no/includes/javaboot/mandiri/online/Login.do.html) to confirm

Hopefully this information help you.

Thank you.

Best Regards,

Bank Mandiri

tersebut di dalamnya terdapat sebuah link dengan alamat

https://ibank.bni.co.id/directRetail/ibank, untuk konfirmasi identitas

pelanggan BNI Internet Banking. Link tersebut membawa Ivo ke sebuah

halaman situs verifikasi login ke BNI Internet Banking yang sama persis

dengan halaman login milik BNI. Carder memakai uang hasil curiannya

untuk berbelanja melalui shopping online dan sebagian uangnya lagi di

transfer ke rekening tabungannya

b. Cyber Terorism

Suatu tindakan cybercrime termasuk cyber terorism jika mengancam pemerintah atau warganegara, termasuk cracking ke situs pemerintah atau militer

Beberapa contoh kegiatan cyber terrorist di manca negara antara lain

  • Di Amerika Serikat, pada bulan Februari 1998 terjadi serangan (breaks-in or attack) sebanyak 60 kali

perminggunya melalui media Internet terhadap 11 jaringan komputer militer di Pentagon. Dalam

cyber attack ini yang menjadi target utama para cyber terrorist adalah Departemen Pertahanan

Amerika Serikat (DoD).

  • Di Srilanka, pada bulan Agustus 1997, sebuah organisasi yang bernama

the Internet Black Tigers yang berafiliasi kepada gerakan pemberontak Macan Tamil (the Liberation

Tigers of Tamil Eelam) menyatakan bertanggung jawab atas kejahatan email (email bombing,

email harrasment, email spoofing, etc.) yang menimpa beberapa kedutaan serta kantor perwakilan

pemerintah Srilanka di manca negara. Tujuan akhirnya adalah kampanye untuk melepaskan diri

dari Srilanka dalam memperjuangkan kemerdekaan rakyat Tamil.

  • Di Cina, pada bulan Juli 1998,

sebuah perkumpulan cyber terrorist atau crackers terkenal berhasil menerobos masuk ke pusat

komputer sistim kendali satelit Cina dan berhasil mengacaukan “selama beberapa waktu” sistim

kendali sebuah satelit milik Cina yang sedang mengorbit di ruang angkasa. Tujuan utama dari aksi

ini adalah untuk melakukan protes terhadap gencarnya investasi negara barat di Cina.

  • Di Swedia,

pada bulan September 1998, pada saat kegiatan pemilihan umum, sejumlah cyber terrorist berhasil

melakukan kegiatan sabotase yaitu merubah (defaced) tampilan website dari partai politik

berhaluan kanan dan kiri. Dimana Website links partai politik tersebut dirubah tujuannya ke alamat

situs-situs pornografi sehingga sangat merugikan partai karena kampanye partai secara elektronik

melalui Internet menjadi terhambat.

  • Di Indonesia sendiri, sekitar bulan Agustus 1997, cyber

terrorist atau hackers dari Portugal pernah merubah (defacing) tampilan situs resmi dari Mabes

ABRI (TNI), walaupun dengan segera dapat diantisipasi. Kemudian pada bulan April 2004 situs

resmi milik KPU (Komisi Pemilihan Umum) juga berhasil di hack dengan teknik defacing, namun

dengan segera pelakunya yaitu seorang konsultan Teknologi Informasi suatu perusahaan di

Jakarta dapat segera diamankan oleh pihak kepolisian. Namun sebenarnya masih banyak lagi

aktivitas para cyber terrorist di negara-negara lain yang masih berlangsung hingga saat ini.

Beberapa analis menyatakan bahwa kegiatan cyber terrorism dewasa ini sudah dapat

dikategorikan sebagai peperangan informasi berskala rendah (low-level information warfare)

dimana dalam beberapa tahun mendatang mungkin sudah dianggap sebagai peperangan informasi

  • Seperti contoh pada saat perang Irak-AS,

disana diperlihatkan bagaimana informasi telah diekploitasi sedemikian rupa mulai dari laporan

peliputan TV, Radio sampai dengan penggunaan teknologi sistim informasi dalam cyber warfare

untuk mendukung kepentingan komunikasi antar prajurit serta jalur komando dan kendali satuan

tempur negara-negara koalisi dibawah pimpinan Amerika Serikat. Hal ini sudah dapat dikategorikan

sebagai aksi cyber warfare atau cyber information, dimana disinformasi serta kegiatan propaganda

oleh pasukan koalisi menjadi salah satu bukti peruntuh moril pasukan Irak.

  1. B.   Cybercrime berdasarkan motif kegiatannya antara lain:
  • Cybercrime sebagai tindakan murni kriminal

Kejahatan yang murni merupakan tindak kriminal merupakan kejahatan yang dilakukan karena motif kriminalitas. Kejahatan jenis ini biasanya menggunakan internet hanya sebagai sarana kejahatan

Contoh:

Carding

Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet.

Beberapa contoh carding

Polda DI Yogyakarta menangkap lima carder dan mengamankan barang bukti bernilai puluhan juta, yang didapat dari merchant luar negeri. Begitu juga dengan yang dilakukan mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Bandung, Buy alias Sam. Akibat perbuatannya selama setahun, beberapa pihak di Jerman dirugikan sebesar 15.000 DM (sekitar Rp 70 juta).

Para carder beberapa waktu lalu juga menyadap data kartu kredit dari dua outlet pusat perbelanjaan yang cukup terkenal. Caranya, saat kasir menggesek kartu pada waktu pembayaran, pada saat data berjalan ke bank-bank tertentu itulah data dicuri. Akibatnya, banyak laporan pemegang kartu kredit yang mendapatkan tagihan terhadap transaksi yang tidak pernah dilakukannya.

  • Cybercrime sebagai kejahatan “abu-abu”

Pada jenis kejahatan di internet yang masuk dalam wilayah ”abu-abu”, cukup sulit menentukan apakah itu merupakan tindak kriminal atau bukan mengingat motif kegiatannya terkadang bukan untuk kejahatan

Contoh: cybercrime uncauthorized access Merupakan kejahatan yang terjadi ketika seseorang memasuki atau menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin, atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Probing dan port merupakan contoh kejahatan ini.

Contohnya:Dunia perbankan dalam negeri juga digegerkan dengan ulah Steven Haryanto, yang membuat situs asli tetapi palsu layanan perbankan lewat Internet BCA. Lewat situs-situs “Aspal”, jika nasabah salah mengetik situs asli dan masuk ke situs-situs tersebut, identitas pengguna (user ID) dan nomor identifikasi personal (PIN) dapat ditangkap. Tercatat 130 nasabah tercuri data-datanya, namun menurut pengakuan Steven pada situs Master Web Indonesia, tujuannya membuat situs plesetan adalah agar publik memberi perhatian pada kesalahan pengetikan alamat situs, bukan mengeruk keuntungan. Persoalan tidak berhenti di situ. Pasalnya, banyak nasabah BCA yang merasa kehilangan uangnya untuk transaksi yang tidak dilakukan. Ditengarai, para nasabah itu kebobolan karena menggunakan fasilitas Internet banking lewat situs atau alamat lain yang membuka link ke Klik BCA, sehingga memungkinkan user ID dan PIN pengguna diketahui. Namun ada juga modus lainnya, seperti tipuan nasabah telah memenangkan undian dan harus mentransfer sejumlah dana lewat Internet dengan cara yang telah ditentukan penipu ataupun saat kartu ATM masih di dalam mesin tiba-tiba ada orang lain menekan tombol yang ternyata mendaftarkan nasabah ikut fasilitas Internet banking, sehingga user ID dan password diketahui orang tersebut.

  1. C.    Berdasarkan sasaran kejahatan
  • Cybercrime yang menyerang individu (againts person)

Contohnya:

Pornografi

Salah satu kejahatan Internet yang melibatkan Indonesia adalah pornografi anak. Kegiatan yang termasuk pronografi adalah kegiatan yang dilakukan dengan membuat, memasang, mendistribusikan, dan menyebarkan material yang berbau pornografi, cabul, serta mengekspos hal-hal yang tidak pantas.

Pada tahun 2008, pemerintah AS menangkap lebih dari 100 orang yang diduga terlibat kegiatan pornografi anak. Dari situs yang memiliki 250 pelanggan dan dijalankan di Texas, AS, pengoperasiannya dilakukan di Rusia dan Indonesia. Untuk itulah, Jaksa Agung AS John Ashcroft sampai mengeluarkan surat resmi penangkapan terhadap dua warga Indonesia yang terlibat dalam pornografi yang tidak dilindungi Amandemen Pertama. Di Indonesia, kasus pornografi yang terheboh baru-baru ini adalah kasusnya Ariel-Luna-Cut Tari.

  •    Cyberstalking

Kejahatan jenis ini dilakukan untuk mengganggu atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan komputer, misalnya menggunakan e-mail dan dilakukan berulang-ulang. Kejahatan tersebut menyerupai teror yang ditujukan kepada seseorang dengan memanfaatkan media internet

Contohnya:

Atas nama Liz Claiborne Inc, Remaja Penelitian Unlimited (TRU) melakukan survei nasional tahun 2007 tentang penyalahgunaan kencan remaja dan kekerasan. Dari 615 remaja antara usia 13 dan 18, studi ini menemukan bahwa 382 berada dalam sebuah hubungan. Dari mereka remaja dalam suatu hubungan, 30% mengatakan mereka telah mengirim pesan teks beberapa kali satu jam oleh mitra ingin memeriksa mereka, dan 18% mengatakan pasangan mereka menggunakan situs jaringan sosial untuk mengganggu mereka. Selain itu, 17% dari remaja yang disurvei mengatakan pasangan mereka telah membuat mereka “takut untuk menanggapi pesan sel panggilan telepon, email, IM atau teks, dan 10% mengatakan mereka sudah benar-benar terancam dalam panggilan atau pesan. [19] Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa satu dari empat remaja melaporkan teks yang mengirim pesan oleh mitra setiap jam 22:00-5:00 Bahkan, berbahaya yang menunjukkan pacar atau pacar adalah mencari “kontrol dan intimidasi,” menurut para ahli penelitian

  • Cyber-tresspas

Kegiatan yang dilakukan melanggar area privasi orang lain seperti misalnya Web Hacking. Breaking ke PC, Probing, Port Scanning dan lain sebagainya.

  • Cybercrime menyerang hak milik (againts property)

Contohnya:

Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet.

contoh carding :

Seorang nasabah bank Mandiri pengguna

fasilitas internet banking, kehilangan uang sebesar Rp. 38 Juta yang dicuri

oleh seseorang yang menggunakan teknologi internet. Korban yang

bernama Johannes mengatakan telah kehilangan uang Rp 38 Juta yang

diambil hampir tiap hari oleh pencuri tersebut. Johannes sebelumnya

menerima sebuah e-mail dari situs internet banking mandiri yang isinya

diharuskan mengaktifkan kembali user ID dan PIN yang sebelumnya telah

dinonaktifkan. Hasil rekening koran yang dikeluarkan oleh pihak bank,

carder mentransfer uang hasil curiannya sebesar Rp. 21 Juta ke rekening

tabungannya, selain itu carder juga memakai uang hasil curiannya untuk

berbelanja pulsa telepon seluler Pro XL, sebanyak Rp 17 Juta. Pembelian

pulsa dilakukan melalui internet, dan carder kemudian mengambil nomornomor

seri hasil pembelian untuk selanjutnya diisikan ke handphonenya.

Isi e-mail yang diterima oleh Johannes pada saat itu :

Berdasarkan e-mail di atas dapat dijelaskan bahwa carder

mengirimkan e-mail kepada nasabah untuk mengaktifkan kembali user ID

dan PIN yang sebelumnya telah dinonaktifkan, kemudian menyertakan link

untuk membuka halaman perubahan yang seolah-olah halaman web

internet banking Mandiri sebenarnya. Penggunaan link tersebut sebenarnya

tidak ada kaitannya dengan link internet banking yang asli

  • Cybercrime menyerang pemerintahan (againts governent)

Contohnya cybercrime terorissme

Suatu tindakan cybercrime termasuk cyber terorism jika mengancam pemerintah atau warganegara, termasuk cracking ke situs pemerintah atau militer

Contohnya : sekitar bulan Agustus 1997, cyber

terrorist atau hackers dari Portugal pernah merubah (defacing) tampilan situs resmi dari Mabes

ABRI (TNI), walaupun dengan segera dapat diantisipasi. Kemudian pada bulan April 2004 situs

resmi milik KPU (Komisi Pemilihan Umum) juga berhasil di hack dengan teknik defacing, namun

dengan segera pelakunya yaitu seorang konsultan Teknologi Informasi suatu perusahaan di

Jakarta dapat segera diamankan oleh pihak kepolisian. Namun sebenarnya masih banyak lagi

aktivitas para cyber terrorist di negara-negara lain yang masih berlangsung hingga saat ini.

Beberapa analis menyatakan bahwa kegiatan cyber terrorism dewasa ini sudah dapat

dikategorikan sebagai peperangan informasi berskala rendah (low-level information warfare)

dimana dalam beberapa tahun mendatang mungkin sudah dianggap sebagai peperangan informasi

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s